Kamis, 19 Agustus 2010

Honda CG 1976(Bledug CB Krian)


LA....ni dia CG yg metamorfosis berubah wujud jadi TIGI(nama keren Honda TIGER).perjalanan tu motor CG cukup panjang, ya kalo di critain dari surabaya sampai Krian lom cukup kayaknya.keluh kesah dan masa penantian yg cukup panjang dari si empunya supaya bisa menunggangi motor kesayangan tidak sia sia.alhasil Honda CG 1976 yg di operasi oleh tuner ADI SUYONO (mekaning CB di kawasan Krian Sidoarjo)berubah menjadi Tiger 1976 heheh...ya maksudnya kecepatannya lebih dari honda tiger revo.

perubahan dari segi mesin yg cukup frontal alias berubah 100 persen.mungkin hanya kruk as yg di pakai, yang lainya di ambil dari motor sport kluaran terbaru.banyak perubahan dari ni motor, mulai gigi proseneling yg dulunya cm 4 sekarang sudah menjadi 5,sintem tongkat(sunduk)yg ada pada honda CG sudah memakai rantai kamprat sekarang.dari segi pengapian yg dulu memakai pengapain kering sekarang sudah di ganti memakai punya tiger revo 2010 cuma pengaplikasiannya menggunakan tutuk honda gl platina ya biar g terlalu nyaolok...cletuk si empunya.

ya kalo bilang biaya yg di habiskan g usah di ceritakan deh...wong si empunya ini(ROmadona/owor) kerja 3 tahun + biaya nikah aja habis buat ni motor.jadi ya nikahnya di tunda dulu heheheeheh...yen ragat gak oleh sambat cetus owner yg juga anggota club Bledug CB Krian.

Minggu, 06 Desember 2009

Trend Tengki motor sport


la ni baru beda honda tiger tutup tangkinya pindah ke kiri yg aslinya di tengah.ya gara2 sang empunya sering kumpul ma brikers CB di Krian, alhasil honda tiger kelahiran tahun 1996 di permak habis deh.akhirnya tutup tengkinya nongkrong di sebelah kanan.kalo da gni jadi nyentrik deh....kalo cb tutupnya da yg di sebelah kanan and tengah tapi ni macan ada di sebelah kiri tutup tengkinya.
macam merah maron siap mengaung .....heheheh..

Rabu, 30 September 2009

Honda CB Anyar Lahir


Jakarta - Sebuah pameran otomotif seperti Tokyo Motor Show (TMS) sepertinya memang
dimanfaatkan benar oleh pabrikan otomotif asal Jepang, Honda MOtor Co.

Sebab selain menampilkan beragam mobil dengan inovasi terkini, Honda pun juga
akan menampilkan motor-motor konsep mereka salah satunya adalah CB1100.

Di TMS yang akan terselenggara pada pada 24 Oktober sampai 4 November mendatang, Honda rencananya akan menampilkan dua model CB1100, pertama adalah motor berkapasitas 1.100 cc yang tidak lama lagi kabarnya akan segera diproduksi massal.

Sementara satunya lagi adalah CB 100 yang merupakan motor konsep hasil
kostumisasi produk CB1100 yang akan mereka beri nama CB1100 Customize Concept.

Seperti dikutip dari situs resmi Honda, Kamis (1/10/2009), model ini rupanya diklaim Honda sebagai motor generasi baru yang sarat dengan kreatifitas dan mimpi yang dapat menciptakan nilai baru yang mengungkapkan semua potensi yang
ada di sepeda motor.

Dilihat dari wajahnya, kedua motor yang baru pertama kali tampil di dunia ini
memang memiliki aura street fighter yang amat kentara namun dengan rasa yang
masih terbilang old school.

Sebab, walaupun sudah menggunakan pendingin udara dengan mesin yang memiliki
empat silinder, lekukan yang ada di generasi terbaru CB ini ternyata masih mampu mengingatkan kita pada wajah CB di tahun 70an.

Hal itu bisa terlihat di garis lekukan pada tangki bensin, jok serta buritan dan spakbor belakang yang masih menyisakan nuansa lama Honda.

Begitu pula aplikasi lampu utama yang bulat, tentu akan semakin menegaskan bahwa pabrikan berlambang sayap mengepak ini seperti sedang nostagia dengan kejayaan lama mereka.

Dan hingga berita ini dibuat, belum diketahui kapan CB1100 akan mulai diproduksi dan dipasarkan secara massal.

Jumat, 21 Agustus 2009

Kawasaki Binter Merzy twin 1980 (Purwokerto)



Brother pembaca setia Damarjayamotor.blogspot.com, pasti ingat ulasan Vespa 4-tak v-twin from Purwokerto, Jawa Tengah. Itu tuh, kreasi Yusuf, owner bengkel Semangat Putra, Purwokerto. Tahun ini, Yusuf kembali berulah. Bikin kreasi mesin Binter Merzy yang aslinya satu silinder jadi 2 silinder v-twin! Kapasitasnya jadi 492 cc, karena satu silindernya 246 cc. Kalo digenapkan ya jadi 500 cc.

Tentu dengan membuat desain baru silinder tambahan. Posisinya agak tiduran, berada di bawah silinder asli yang tetap mempertahankan letaknya. Kira-kira ‘V’ sudutnya 60 derajat, deh. Dengan posisi silinder asli yang tetap agak rebah, memang nggak terlalu V sih bentuknya. Bentuk L juga kurang. Tapi intinya, silinder jadi V. Gitchu!
Untuk mendesain mesin jadi dua silinder, Yusup harus mengatur ulang pen kruk-as dan big-end tambahan. Agar, silinder kedua juga bisa ikut gerak mengikuti putaran kruk-as. Agak rumit memang. Kalau hanya mengubah dan membobos crancase asli dipastikan iya. “Kan harus bikin lubang baru untuk masuknya boring di crankcase,” papar brother dari Jl. Sultan Agung, No. 8, Karang Klesem, Purwokerto.

Agar dua setang seher bisa terpasang, untuk mekanismenya, Yusuf tipisin pada bagian big end-nya. Juga tipisin bandul kruk as. Kan ukuran mesin tidak dilebarin. Makanya semua komponen di dalamya kena pangkas.

Agar conecting rod baru bisa terpasang, pada setiap sisi kiri kena babat 4 mm untuk setiap setang. Sedang daun kruk-asnya 4 mm total, juga per daun 2 mm. Total papasan jadi 16 mm. Termasuk bikin jalur oli silinder baru. Mekanismenya tetap seperti standar. "Hanya dikasih swith kontrol oli. Tujuannya agar kerja krus-as tetap optimal," terangnya.

Pemasangan blok tentu saja memerlukan pembubutan. Kan mesti kasih lubang agar bisa jadi dudukan blok baru. Yusup tinggal bawa ke bengkel bubut Prijaya. "Saya pastikan agar pembubutan presisi dan enggak geser meski cuma 1 micro," terang kelahiran 18 Juli 1979 ini.

Untuk menambah kapasitas yang aslinya 200 cc, setiap silinder dibore up. Yusup manfaatkan piston dari mobil Honda Excelent, yang sudah oversize 50. "Diameter 72,5 mm. Lumayan kapasitas jadi gemuk. Nyaris jadi 500 cc," tambah Yusup lagi.

Untuk urusan pengapian, Yusup berpendapat sudut pengapian harus beda 60 derajat antar silindernya. Sebab silindernya juga memiliki sudut 60 derajat. Makanya antar pulser harus 60 derajat juga. Namun hal itu gak bisa dilakukan. "Sebab jarak pick up pulser di magnet tidak bisa digeser sejauh itu. Makanya dibikin 35 derajat dan tonjolan dua dalam satu magnet,” ujar Yusuf.

Jadi walaupun masih pakai satu magnet, namun masing-masing silindernya punya pengapian. Sedang untuk sudut pengapianya Yusuf geser di posisi top maju sejauh 16 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) agar letikan api bisa maksimal. "Dibantu aplikasi koil RX-King yang punya dimensi besar. Semburan api juga stabil dan kencang," tambah pria berkulit agak gelap ini.

Efek dari kerja mesin yang cc-nya sudah nambah itu, tentu saja pada power. Yusup merasakan betul motor jadi makin galak. “Saya memakai sproket 15/30. Itupun masih terlalu liar. Gigi tiga masih suka wheelie kalau digas menghentak," bangganya.

Menurut pria kalem ini, akan lebih nyaman jika set gir dihitung ulang. Meskipun tetap pertahankan rasio aslinya. "Lebih pas mungkin kalau 15/25. Sayangnya, kan gak ada gir bermata 25 dengan ukuran 520. Jadi, sementara ini dibiarkan aja pake 15-30,” curhat ayah Nada Fitria Ramadhani ini.

Kelar urusan mesin, Yusuf coba bangun konsep modifikasi tampilan motor. wong Purwokerta ini mencoba hadirkan selera baru. Doi memilih konsep yang mirip dengan Jap's style. "Namanya Brat style. Memang mirip sama Jap’s style," ucapnya.

Konsep ini terlihat pada sudut rake sokbreker depan yang cenderung lebih tegak. Kalau diperhatikan mirip rake motor speedway. Sementara, desain bodi lebih mengarah pada konsep ke bobber. Dengan komposisi seperti ini, handling motor memang cenderung lebih enak. Tapi kalau jarak jauh memang lebih nyaman motor yang rakenya lebih renggang.

“Karena konsepnya fungsional. Tentu saya tidak melupakan pernik pendukung keamanan. Misal, spion,” cuap Yusuf yang mau turing ke Bojonegoro sekaligus merayakan ultah.

Lah, lampu sein dan stop lamp mana bro? Kepriwe sih, jere fungsional arep digawa turing? Nek ora ana, bisa cilaka tuli. (Gimana sih, katanya fungsional mau dibawa turing. Kalau enggak ada, bisa cilaka, kan).

DATA MODIFIKASI

Sok depan : Segitiga GSX 400
Sok belakang : Yamaha RX Z
Sasis : Handmade
Tangki : Handmade
Jok : Handmade

Kamis, 30 Juli 2009

Honda CB 100 DOubel Stater


waduh tambah sip ae cah cah saiki...CB di pasang dobel stater.piro yo carane...
ya wong cb iku sembarang kenek di pasang....tu buktine...asli bro iku.bukan pake punya megapro ato tiger...wong las lasane ae sek ketok...heheh
pancen CB g ada matinya...terus berkarya para pengemar CB....


brummmmmmmmmm....brum............

Rabu, 29 Juli 2009

Honda CB750


Honda Jepang memperkenalkan CB750 motor ke pasar Amerika Serikat dan Eropa pada 1969 setelah mengalami kesuksesan dengan sepeda motor kecil. Sepeda yang ditujukan secara langsung di pasar AS setelah Honda pejabat (termasuk Soichiro Honda), berulang kali bertemu dengan US dealer dan dipahami kesempatan yang lebih besar untuk sepeda. [1]

Pembangunan di bawah untuk satu tahun, [2] yang CB750, setelah pengenalan, belum pernah terjadi sebelumnya dua fitur yang ditawarkan, yang rem disk depan dan lurus-4 mesin dengan overhead camshaft - baik dari yang sebelumnya tersedia pada utama, produksi bikes terjangkau. Kedua fitur, bersama dengan motor pengantar harga $ 1.495,00 (US), CB750 memberi keuntungan lebih banyak dengan persaingan, terutama saingan-nya Inggris.

Siklus Majalah disebut CB750 "yang paling canggih produksi sepeda pernah" kepada para pengantar. [3] Cycle World disebut motor yang maha karya, dengan sungguh-sungguh dari Honda ketahanan pengujian, yang motor kecepatan 120mph atas, maka secara perlahan-bebas dari performa pengereman, maka naik sangat nyaman dan instrumentasi. [4]

Seperti yang pertama modern empat silinder mesin dari produsen utama, [5] istilah Superbike adalah coined menggambarkan CB750. [6] The sepeda lainnya penting fitur yang ditawarkan, baik besar maupun kecil yang ditambahkan ke nilai menarik: electric starter, membunuh beralih, dual mirror, flashing gilirannya sinyal, screw pada penyaring minyak, mudah dipelihara dan katup keseluruhan kelancaran dan bebas dari getaran dan keduanya berjalan sama sekali. Nanti model (91 pada) termasuk pemeliharaan gratis katup hidrolis. Di lain sisi, sepeda itu sulit untuk di tengah berdiri dan cenderung melemparkan rantai minyak pada saringan.

Tidak dapat akurat mengukur kebutuhan untuk motor baru, Honda terbatas awalnya investasi dalam produksi untuk meninggal CB750 oleh awalnya menggunakan teknik yang disebut permanen mold casting (sering keliru disebut sebagai sandcasting) daripada diecasting untuk mesin [7] -- pasti tentang sepeda dari penerimaan. Sepeda yang tetap di Honda lineup selama sepuluh tahun, dengan total penjualan lebih dari 400.000 eksemplar dalam kehidupan span. [8]

CB750 yang kadang-kadang disebut sebagai Universal Motor Jepang atau UJM, walaupun tentunya yang memiliki sepeda yang kebekenan sendiri.
Model
SOHC

Single overhead cam model yang dihasilkan dari 1969 sampai 1978. [10]
1969 CB750K atau CB750K0
1971 CB750K1
1972 CB750K2
1973 CB750K3 (US-saja, K2 di tempat lain)
1974 CB750K4 (US / Jepang hanya, K2 di tempat lain)
1975 CB750K5 (US-saja, K2/K4 di tempat lain), CB750F
1976 CB750K6, CB750F1, CB750A
1977 CB750K7, CB750F2, CB750A1
1978 CB750K8 (US-only), CB750F3, CB750A2
DOHC
1979-1982 CB750K
CB750K Festival 1979 Edisi 10.
1979-1981 CB750F
1980-1982 CB750C "Custom"
1982 CB750SC Nighthawk
1991-2003 CB750 Nighthawk

Honda CB100



Honda CB100 1973 atau yang dikenal di Indonesia sebagai Honda CB Gelatik.Mempunyai 4 type varian yang berbeda dalam model warna striping dengan tetap warna cat dasar adalah dominan putih.Ada 4 Type Warna yang tersedia yaitu warna biru hitam, biru putih, merah hitam, merah putih.